Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan https://ejournal.undar.ac.id/index.php/intake <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Jurnal Intake adalah publikasi yang diperuntukkan dalam Jurnal Ilmu Dan Terapannya dalam bentuk studi literatur, dan sebagai bentuk ilmu. </span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></span><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan April 2010, dimana setiap barang terbit dua buah isu. </span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></span><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">ISSN: 2087-4286 (Cetak)</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Artikel pertama di situs web:&nbsp;</span></span></span></span></span></span></span></span><a href="http://intake.ft-undar.ac.id/index.php/INTAKE"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">http://intake.ft-undar.ac.id/index.php/INTAKE</span></span></span></span></span></span></span></span></a></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Karena kebijakan situs jurnal dilimpahkan ke alamat website:&nbsp;</span></span></span></span></span></span></span></span><a href="http://ejournal.undar.ac.id/index.php/intake"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">http://ejournal.undar.ac.id/index.php/intake</span></span></span></span></span></span></span></span></a></p> Fakultas Teknik Universitas Darul Ulum Jombang en-US Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan 2087-4286 Metode Particle Swarm Optimization Untuk Mengontrol Frekuensi Pada Hibrid Wind-Diesel https://ejournal.undar.ac.id/index.php/intake/article/view/372 <p>Fluktuasi frekuensi pada pembangkit terbarukan sangat mempengaruhi kualitas daya dalam hal ini turbin angin yang dihibrid dengan diesel. Sistem pembangkit listrik hibrid adalah jaringan terkontrol dari beberapa pembangkit tenaga energi terbaharukan seperti : turbin angin, sel surya, mikrohidro dan sebagainya. Permasalahan tidak optimalnya setting gain dan kecilnya waktu konstan pada Automatic Voltage Regulator, Terlalu banyak jaringan transmisi yang panjang sehingga kemampuan lemah (weak line). Dalam penerapannya sistem wind-diesel dikontrol dengan kontroler PID, penyetelan nilai gain dari PID masih dalam metode konvensional saja, sehingga sulit untuk mendapatkan nilai optimal. Dalam penelitian ini diterapkan desain kontrol dengan menggunakan Metode Cerdas dalam mencari nilai optimum Proporsional Intergral Derivatif (PID) untuk mengatur frekuensi beban dengan program Matlab/ Simulink. Pemodelan wind-diesel menggunakan fungsi transfer dari diagram turbin angin dan diesel. Respon sistem dengan Simulink/ Matlab dengan membandingkan dengan sistem tak terkontrol dan dengan metode PID-Trial Error, menunjukkan bahwa besar overshoot dan respon keadaan mantap (Settling Time) pada sistem terkontrol PSO menjadi berkurang dan lebih cepat</p> Muhammad Ruswandi Djalal Machrus Ali ##submission.copyrightStatement## 2016-10-26 2016-10-26 7 2 1 13 Desain Model Kontrol Governor Dengan Menggunakan Kontroler PID Di PLTU https://ejournal.undar.ac.id/index.php/intake/article/view/373 <p>Sistem kelistrikan harus mampu menyediakan tenaga listrik untuk pelanggan dengan frekuensi yang harus konstan. Frekuensi sistem dipengaruhi oleh kebutuhan dari daya aktif pelanggan yang mengakibatkan terjadi perubahan pada frekuensi sistem. Penyediaan daya reaktif harus sesuai dengan kebutuhan untuk mempertahankan frekuensi agar tidak melebihi nominal toleransi yang diperbolehkan. Pengaturan penyediaan daya aktif dilakukan dengan mengatur besarnya kopel mekanis yang diperlukan untuk memutar generator, yakni dengan mengatur pemberian bahan bakar pada gas turbin.</p> <p><em>Governor </em>pada tiap unit generator berfungsi sebagai pengatur utama bahan bakar pada unit pembangkit berdasarkan perubahan beban yang terjadi. Karena perubahan beban, dibutuhkan suatu kontroler yang mempunyai respon cepat dan stabil. Dalam sistem ini menggunakan kontroler PID (<em>Propor</em><em>tional</em><em>-Integrator</em><em>-Dif</em><em>feren</em><em>tial</em>). PID merupakan sebuah kontroler yang digunakan untuk mengontrol <em>governor</em> agar mempunyai respon cepat, dan stabil, serta frekuensi yang dihasilkan tidak melebihi batas toleransi yang ± 5 %.</p> Aji Akbar Firdaus ##submission.copyrightStatement## 2016-10-26 2016-10-26 7 2 14 24 Kehilangan Air Akibat Rembesan Ke Dalam Tanah, Beserta Perhitungan Effisiensinya Pada Saluran Irigasi Sekunder Rejoagung I Dan II https://ejournal.undar.ac.id/index.php/intake/article/view/374 <p><em>Dalam pengoperasian jaringan irigasi dari sumber air utama sampai ke lahan pertanian akan mengalami kehilangan air yang salah satunya disebabkan oleh merembesnya air kedalam tanah. Kehilangan air irigasi mengakibatkan jumlah air tidak sesuai dengan kebutuhan tanam, pembagian air yang tidak merata dan jika tidak segera diatasi pada petak sawah terakhir akan mengalami kekurangan air. Karena pemakaian air irigasi yang kurang efisien dan efektif akan menurunkan hasil pertanian.&nbsp;</em><em>Daerah irigasi Rejoagung I dan Rejoagung II merupakan lahan yang sebagian besar lahan areal sawahnya rnengalarni kekurangan air. Dari keadaan tersebut perlu kiranya dilakukan penelitian penyebab kehilangan air irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar kehilangan air akibat rembesan dan nilai daya guna air.&nbsp;</em><em>Dari penelitian kehilangan air akibat rembesan di laboratorium didapatkan besar air yang hilang akibat rembesan air kedalam tanah, yaitu : Saluran sekunder Rejoagung I rata-rata : 12,182 % dan Saluran sekunder Rejoagung II rata-rata : 11,645 %.&nbsp;</em><em>Efisiensi saluran irigasi / daya guna air yaitu jumlah air yang nyata dimanfaatkan oleh tanaman dari jumlah air yang tersedia yaitu : Saluran sekunder Rejoagung I rata-rata : 87,863 % dan Saluran sekunder Rejoagung II rata-rata : 88,354 %.&nbsp;</em><em>Hasil analisa penelitian saluran Irigasi Rejoagung I dan II menunjukan adanya kehilangan air akibat rembesan air kedalam tanah yang besar. Besar kecilnya nilai kehilangan air akibat rembesan sangat dipengaruhi oleh keadaan tanah dasar dan dinding saluran, curah hujan, keadaan tanggul, pemeliharaan pintu serta bangunan ukur.&nbsp; Dengan didapatkanya nilai kehilangan air irigasi akibat rembesan dapat dipergunakan sebagai pedoman dalam merencanakan kebutuhan air irigasi secara tepat dan efisien, sehingga akan membantu pelaksanaan eksploitasi irigasi yang merata, dengan pola tata tanam yang teratur maka sistem irigasi dapat dikelola dengan baik.</em></p> Iswinarti Iswinarti ##submission.copyrightStatement## 2016-10-26 2016-10-26 7 2 25 35 Analisis Daya Dukung Tanah Dan Bahan Untuk Pondasi Strous Pada Pembangunan Jembatan Karangwinongan Kec. Mojoagung Kab.Jombang https://ejournal.undar.ac.id/index.php/intake/article/view/375 <p>Salah satu faktor yang sangat penting didalam struktur pondasi strous pada pembangunan jembatan adalah daya dukung tanah agar&nbsp; tidak terjadi keruntuhan. Pembangunan jembatan Karangwinongan di Kabupaten Jombang yang akan diperlebar lantai kendaraan menjadi 11 meter karena volume lalu-lintas yang padat. Rencana pondasi yang akan dipakai adalah pondasi strous&nbsp; beton bertulang berupa straus berdiameter 50 cm, permasalahannya adalah berapa nilai daya dukung tanah dan bahan. Alat&nbsp; yang digunakan Dutch Cone Penetrometer kapasitas 2,50 ton dengan dilengkapi Adhesion Jacket Cone. Adapun spesifikasi detail alat sondir ini adalah sebagai berikut : Luas conus 10 cm² , luas piston 10&nbsp; cm², luas mantel 100 &nbsp;cm², adapun hasil yang didapat Kekuatan daya dukung tanah sebesar 25,917 ton untuk diameter 30 cm, 35,276 ton untuk diameter 35 cm , 46,075&nbsp; ton untuk diameter 40 cm , 71,993&nbsp; ton untuk diameter 50 cm, kekuatan bahan sebesar 42.390 ton untuk diameter 30 cm, 57.697 ton untuk diameter 35 cm , 75,396 ton untuk diameter 40 cm , 117,806 &nbsp;ton untuk diameter 50 cm</p> Ruslan Hidayat ##submission.copyrightStatement## 2016-10-26 2016-10-26 7 2 37 51 Analis Kecelakaan Lalu Lintas Pada Jalan Arteri Tuban/Km 0,000 - Rembang/KM 47,900 https://ejournal.undar.ac.id/index.php/intake/article/view/376 <p><em>Tuban adalah kabupaten yang terletak di bagian utara barat Provinsi Jawa Timur. Tuban memiliki posisi strategis karena berada di jalur persimpangan lintas utara Pulau Jawa. Seiring dengan bertambahnya penduduk di Kabupaten Tuban tiap tahunnya menyebabkan kebutuhan transportasi juga semakin meningkat, khususnya kendaraan bermotor. Bertambahnya kendaraan bermotor, secara tidak langsung dapat memperbesar resiko bertambahnya permasalahan lalu lintas yaitu berhubungan dengan kapasitas jalan, sehingga terjadi kemacetan dan kecelakaan, yang akan berdampak pada turunnya kinerja jalan.</em></p> <p><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kecelakaan lalu lintas merupakan suatu kejadian di jalan raya yang tidak dapat disangka dan diduga kapan terjadinya dan dimana lokasi kejadiannya yang menyebabkan kerugian materiil dan non materiiil yaitu korban jiwa. Faktor-faktor penyebab kecelakaan terdiri dari: (1) pengemudi (kurang berhati-hati, mengantuk, mabuk, ugal-ugalan, lengah, penglihatan, kurang memperhatikan, dan melanggar rambu-rambu lalu lintas), (2) lingkungan dan jalan (pejalan kaki, material yang ada di jalan, dan kondisi jalan yang berlubang/rusak), dan (3) kendaraan (rem rusak, ban bocor/halus, dan lampu kendaraan).</em></p> <p><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penelitian yang dilakukan ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dengan data yang diperoleh berupa data sekunder dari Satlantas Polres Tuban dari bulan Januari 2010 sampai dengan bulan Desember 2015 dan data primer berupa data kondisi daerah rawan kecelakaan, perilaku pengguna kendaraan bermotor, aspek perkerasan dan geometrik jalan, data lalu lintas harian.</em></p> <p><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di jalan arteri Tuban-Rembang adalah faktor pengemudi (96.55%), faktor jalan dan lingkungan (2.40%), faktor kendaraan (0.68%), faktor alam (0.37%). Lokasi blackspot adalah di jalan raya Tuban-Bulu KM 44-46 di Desa Bulujowo Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban. Solusi untuk mengurangi kecelakaan dari faktor pengemudi diantaranya : memasang rambu peringatan batas kecepatan, rambu hati-hati dan papan himbauan daerah rawan kecelakaan, memasang Warning Ligth pada daerah rawan kecelakaan, meningkatkan kegiatan patroli oleh anggota Satlantas maupun Polsek jajaran pada daerah rawan laka lantas untuk mencegah terjadinya laka lantas.</em></p> Tri Surya Fendi Saiful Arfaah ##submission.copyrightStatement## 2016-10-26 2016-10-26 7 2 52 66 Peningkatan Air Bersih Pdamdi Wilayah Jombang Kota https://ejournal.undar.ac.id/index.php/intake/article/view/377 <p>Seiring dengan perkembangan penduduk disertai fasilitas yang ada menimbulkan masalah terutama pada penyediaan air bersih. Jombang terdiri dari 20 desa yang terbagi menjadi 5 Bagian Wilayah Kota (BWK) dan pada akhir tahun 2005 jumlah penduduk tercatat sebesar 117999 mempunyai masalah dalam penyediaan air bersih. Perencanaan diproyeksikan sampai tahun 2016 dengan hasil jumlah penduduk sebesar 120617 jiwa. PDAM merupakan lembaga yang menyediakan pelayanan air di Jombang dengan debit air bersih maksimal 140 ltr/dt. Sumber air terdiri dari 3 sumur bor. Pada tahun 2005 jumlah penduduk yang terlayani adalah 50% dari jumlah penduduk. Pada tahun 2016 direncanakan penduduk yang terlayani adalah 80%, untuk memenuhi kekurangan air bersih maka dibutuhkan debit maksimal 0,244 ltr/dt. Untuk memenuhi kekurangan air bersih maka dibukanya sumber air bersih dengan debit 104 ltr/dt yang berasal dari 3 sumur bor yang berada di 2 Kecamatan Mojowarno dan 1 di desa Jombang. Perencanaan pendistribusian air bersih pada tahun 2016 dengan menggunakan pipa diameter 350 mm, 300 mm, 250 mm, 200 mm, dan 150 mm. Sistem pengaliran yang digunakan cara gravitasi dengan system pola jaringannya tertutup (loop). Perencanaan jumlah kebutuhan pompa air pada tahun 2016 dalam memenuhi kebutuhan air bersih diperlukan sejumlah 16 unit pompa air dan jika menggunakan genzet diperlukan 8 unit genzet, maka untuk proyeksi tahun 2016 diperlukan genzet sebanyak 8 unit. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan berkembangnya fasilitas-fasilitas sosial ekonomi, peribadatan, pendidikan, dan lain-lain PDAM Jombang Kota perlu memperhitungkan daya tampang reservoir guna sebesar 28.137 m3. Tercukupinya kebutuhan air bersih di kota Jombang diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup penduduk setempat.</p> Asnun Parwanti ##submission.copyrightStatement## 2016-10-26 2016-10-26 7 2 67 84 Pengaruh Penambahan Lapisan Logam Berenergi Potensial Lebih Positif Daripada Logam Anoda Dan Katodanya Pada Proteksi Katodik Metode Anoda Tumbal Besi-Seng Terhadap Laju Korosinya https://ejournal.undar.ac.id/index.php/intake/article/view/379 <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Syarat-syarat korosi adalah adanya anoda, katoda, elektrolit dan konduktor, dimana korosi akan gagal kejenuhan salah satu syarat tidak terpenuhi. </span><span style="vertical-align: inherit;">Anoda yang merupakan elektroda dengan energi potensial yang lebih rendah akan mengalirkan elektronnya menuju katoda yang merupaka elektroda dengan energi potensialnya lebih tinggi. </span><span style="vertical-align: inherit;">Proteksi anoda tumbal besi-seng adalah korosi dwilogam dimana elektron mengalir dari seng menuju ke besi dalam keadaan terhubung. </span><span style="vertical-align: inherit;">Seng yang energi potensialnya lebih rendah dari besi sengaja dikorbankan untuk pengaman besi</span></span></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini dilakukan dengan menambahkan logam lain yang energi potensialnya lebih tinggi dari seng maupun besi. </span><span style="vertical-align: inherit;">Ini adalah tembaga dan timah putih. </span><span style="vertical-align: inherit;">Kawat timah putih dengan kawat tembaga dililitkan pada pelat besi yang sudah terbungkus lembaran seng. </span><span style="vertical-align: inherit;">Benda kerja tersebut direndam di udara PDAM, udara sumur maupun air sungai. </span><span style="vertical-align: inherit;">Dengan demikian ada tiga elektroda, dimana harus ada yang berperan sebagai anoda maupun katoda agar korosi bisa terjadi. </span><span style="vertical-align: inherit;">Hasil penelitian menunjukkan tidak terjawab korosi pada besi yang terlapisi seng dan terlilit kawat tembaga atau kawat timah putih saat direndam pada udara sumur maupun udara PDAM. </span><span style="vertical-align: inherit;">Sedangkan pada benda kerja yang terendam air sungai mengalami korosi.</span></span></p> Ira Kusumaningrum Askan Malik ##submission.copyrightStatement## 2016-10-26 2016-10-26 7 2 85 92 Pemilihan Pusat Klaster Awal Pada Metode K-Means Berbasis Median https://ejournal.undar.ac.id/index.php/intake/article/view/575 <p><em>Clustering is the process of grouping data into several clusters so that data in the cluster have a maximum level of similarity and data between clusters have similar minimum. In practice, algorithms are most often used because it is simple and easy to apply are the K-means algorithm. However, K-Means method still raises a serious issue, the choice of initial cluster centers randomly which will greatly affect the quality of the resulting cluster. Several previous studies that try to improve the selection of cluster centers are: K-means ++ and minmax K-means, both methods are able to improve the quality of the cluster but still caused problems such as the selection of cluster computing peroses slow. In this study proposes early elections cluster centers Median-based data. Median group of data is an explanation of the technique based on the average value of the group. </em><em>Se</em><em>lection of the initial cluster centers Median-based data is able to produce high-quality clusters as well as to minimize the distance between clusters. In this study, the test was carried using two datasets and proven value-based DBI </em><em>s</em><em>elections early center of the smallest median is 0.22 and 0.73 for iris dataset to dataset ecoli</em></p> Hendi Sopian Purwanto Purwanto Moch Arif Soeleman ##submission.copyrightStatement## 2016-10-26 2016-10-26 7 2 93 104