https://ejournal.undar.ac.id/index.php/intake/issue/feed Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan 2019-10-13T00:00:00+00:00 Machrus jurnal.intake@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>Jurnal INTAKE: Jurnal Penelitian Ilmu Teknik Dan Terapannya</strong> <br><strong>Journal of INtelligent Technology And Knowledge Engineering</strong><br>Publikasi ilmiah yang diterbitkan secara berkala 2 (dua) diterbitkan setiap tahun. <br>Publikasi Jurnal ini untuk penelitian, dan pengembangan dibidang teknik dan teknologi. Menyajikan publikasi ilmu dan aplikasi dibdang teknik/teknologi; sipil, mesin, informatika &amp; komputer, industri, manajemen dan ekonomi teknik; ilmu teknik lainnya. <br><strong>Terbit juga pada http://garuda.ristekdikti.go.id/journal/view/15683</strong><br>p-ISSN: 2087-4286 e-ISSN: 2580-6017</p> https://ejournal.undar.ac.id/index.php/intake/article/view/809 Kendali Supply Beban Pada Sistem Pembangkit Hybrid 2019-09-02T05:10:48+00:00 Hartawan Abdillah abdillahhartawan@gmail.com A.N Afandi an.afandi@um.ac.id Aldilla Qurrata A’yun aldillaqurrataayun@gmail.com Sulton Ari wibowo sultonariwibowo66@gmail.com <p>Pembangkit Listrik Tenaga Surya dihibridasi dengan sistem pembangkit yang lain yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Angin menjadi salah satu energi alternatif yang menjanjikan di Indonesia. Hibridasi pembangkit listrik adalah menggunakan dua atau lebih pembangkit listrik dengan sumber energi yang berbeda, umumnya dikombinasikan dan disupply dengan PLN atau Genset sehingga diperoleh sinergi yang memberikan keuntungan ekonomis maupun teknis (keandalan sistem supply). Pembangkit Hybrid akan maksimal pemakaianya jika disertai dengan kendali bebannya. Kendali beban bertujuan mengatur pemakaian energi listrik secara efisien agar energi listrik yang dibangkitkan seimbang dengan penggunaan beban yang dikeluarkan sehingga Pembangkit Hybrid tidak akan terjadi Black Out. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan intensitas cahaya matahari mempengaruhi daya yang dihasilkan oleh sel surya. Intensitas cahaya matahari tertinggi saat pengujian yaitu pada siang hari sebesar 567 Lux dengan nilai tegangan 21.22 V dan arus 0.30 A, sedangkan intensitas cahaya matahari terendah pada sore pukul 17.00 dengan intensitas cahaya matahari 56 Lux dengan nilai tegangan 5.5 V dan arus 0.15 A.</p> 2019-09-02T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.undar.ac.id/index.php/intake/article/view/811 Pengaruh Penambahan SCES Terhadap Peningkatan Kestabilan Transien Menggunakan Metode Critical Trajectory Berbasis Losing Synchronism 2019-09-18T23:40:55+00:00 Ardyono Priyadi priyadi@ee.its.ac.id Arief Riambodo riambodo15@mhs.ee.its.ac.id Talitha Puspita Sari talithapuspita@gmail.com Soedibyo Soedibyo soedieb@ee.its.ac.id <p>Gangguan arus hubung singkat tiga fasa merupakan salah satu gangguan transien yang harus segera diisolir untuk mencegah terjadinya kehilangan sinkronisasi pada pembangkit dan agar sistem tetap stabil. Critical clearing time (CCT) merupakan waktu maksimal pemutusan yang diperbolehkan untuk mengisolasi gangguan agar sistem tetap stabil. Pemasangan Sistem penyimpanan energi super kapasitor pada sistem adalah salah satu cara untuk meningkatkan nilai CCT pada sistem. Super capacitor energy storage (SCES) adalah salah satu penyimpan energi yang mampu mensuplai dan menyimpan tenaga listrik dalam jumlah besar dengan cepat. SCES dapat meningkatkan nilai CCT dengan cara meredam osilasi yang ditimbulkan oleh gangguan 3 fasa. Dengan nilai CCT yang lebih besar, maka waktu operasi dari sistem proteksi lebih panjang . Hasilnya, sistem akan tetap stabil setelah gangguan diisolasi dan hal ini dapat meningkatkan kestabilan transien dari sistem. Dengan penentuan nilai SCES yang optimal pada sistem maka akan didapatkan nilai CCT yang lebih besar dari waktu operasi sistem proteksi yang ada. Sehingga pada penelitian ini akan dilakukan optimasi nilai SCES untuk memperbaiki kestabilan transien sistem tenaga listrik. menggunakan metode Critical Trajectory berbasis Losing Synchronism.</p> 2019-09-02T04:55:25+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.undar.ac.id/index.php/intake/article/view/814 Rancang Bangun Sistem Kontrol Penetas Telur Ayam Kampung Menggunakan Metode MADM dan SMS Gateway 2019-09-02T05:09:14+00:00 Tijaniyah Tijaniyah tijaniyah@unuja.ac.id Honainah Honainah honainah@unuja.ac.id <p class="Abstract"><em>Proses pengeraman telur yang baik merupakan faktor utama kualitas telur ayam kampung yang selama ini induk ayam kampung banyak mengalami kendala seperti sedikitnya telur yang menetas, banyaknya induk ayam yang tidak tahan cuaca sehingga banyak telur yang tidak menetas dan benih ayam dalam telur mati, sedikitnya indukan ayam yang mengerami telurnya, tidak adanya metode yang tepat dalam perhitungan parameter suhu dan kelembapan kandang ayam serta tidak adanya informasi proses penetasan telur kepada peternak secara realtime. Mengatasi persoalan tersebut, dibutuhkan teknologi terbaru yang dapat menggantikan sistem konvensional peternak dengan sistem terkontrol penetas telur ayam. Dalam hal ini, penulis akan membuat mesin yang dilengkapi dengan sistem kontrol penetasan telur ayam kampung menggunakan metode perhitungan MADM dan teknologi SMS Gateway sebagai media informasi kepada peternak. </em></p> 2019-09-02T04:49:59+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.undar.ac.id/index.php/intake/article/view/836 Perhitungan TDS Overcurrent Relay Menggunakan Adaptive Modified Firefly Algorithm 2019-09-02T05:44:35+00:00 Margo Pujiantara margo@ee.its.ac.id Rahmanditya R Muhammad r.rahadianm@gmail.com Soedibyo Soedibyo soedieb@ee.its.ac.id <ol> <li>Pertamina<em> RU V Balikpapan akan diintegrasikan </em><em>sumber listrik dengan PT. PLN. Maka akan terjadi perubahan pola operasi generator pada sistem sehingga perlu dilakukan analisis sistem proteksi ulang. </em><em>Sistem proteksi bertujuan untuk untuk mengisolasi gangguan secara cepat, selektif, dan koordinatif sehingga kerusakan pada sistem dapat diminimalisir dan kontinuitas tenaga listrik dapat terjaga dengan baik. </em><em>Hal penting yang harus diperhatikan dari koordinasi proteksi khususnya pada rele arus lebih adalah pengisian parameter TDS (Time Dial Setting). TDS mengatur waktu operasi rele dalam mengamankan suatu gangguan. Umumnya nilai TDS ditentukan menggunakan perhitungan manual untuk mendapatkan nilai TDS minimum. Namun untuk mendapatkan nilai TDS yang tepat dalam pengkoordinasian dengan rele lain masih menggunakan metode trial and error. Pada tugas akhir ini akan dibahas tentang cara perhitungan time dial setting inverse time overcurrent relay dengan metode adaptive modified firefly algorithm pada sistem kelistrikan di PT. Pertamina RU V Balikpapan mempertimbangkan integrasi dengan PLN untuk mendapatkan nilai TDS yang minimum. Hasil dari tugas akhir ini adalah mendapatkan nilai TDS minimum pada beberapa kasus jenis tipikal seperti saluran terpanjang, pertimbangan waktu operasi LVCB, dan saluran yang pendek agar dapat teteap terkoordinasi dengan baik dengan saluran panjang yang terpasang pada bus yang sama</em></li> </ol> 2019-09-02T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.undar.ac.id/index.php/intake/article/view/813 Prediksi Cakupan Area untuk Jaringan Wireless Indoor Kampus berdasarkan Penempatan Access Point 2019-09-02T05:03:57+00:00 Fransiska Sisilia Mukti ms.frans@asia.ac.id Allin Junikhah allin@asia.ac.id <p>Proses penempatan antena pemancar dalam jaringan nirkabel (Access Point) menjadi hal utama yang penting untuk dipertimbangkan oleh seorang desainer jaringan. Penempatan AP yang tepat akan memberikan hasil penyebaran sinyal yang maksimal, khususnya pada lingkungan tertutup, karena efek-efek propagasi akan menyebabkan adanya penurunan kuat sinyal wireless yang akan diterima oleh user. Setiap titik penempatan AP akan memiliki pola penyebaran sinyal yang berbeda-beda, termasuk di dalamnya adalah luas cakupan area yang dihasilkan. Proses penempatan AP yang dilakukan selama ini masih menggunakan metode konvensional, yaitu trial-error yang membutuhkan waktu yang lama dalam menganalisis kinerjanya. Sebuah pemodelan sistem prediksi cakupan area dibangun untuk mengetahui penyebaran sinyal yang dihasilkan oleh sebuah AP. Pemodelan ini dikerjakan dengan menggunakan pendekatan statistik dalam bentuk 2D. Pemodelan yang dikerjakan menghasilkan sebuah visualisasi yang djalankan melalui sebuah perangkat lunak, dan memberikan hasil berupa pemetaan cakupan area sebuah AP. Hasil pengujian menunjukkan bahwa prosentase cakupan area yang dihasilkan berdasarkan penempatan AP yang digunakan pada studi kasus sebesar 72.5%. Masih terdapat area yang tidak ter-cover AP, khususnya untuk lintasan propagasi NLOS karena adanya penghalang di sekitar AP. Jarak maksimal antara AP dengan pengguna supaya berada dalam cakupan area adalah 13,21m.</p> 2019-09-02T04:51:36+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.undar.ac.id/index.php/intake/article/view/816 Formulasi Trigonometri Dalam Pembuatan Software Penentuan Arah Kiblat berbasis Visual Basic 2019-09-19T00:10:45+00:00 Mustafa Syukur musthafamadinnj@gmail.com Muhammad Hasan Basri hasanmohammadhbasri83@gmail.com <p>Ilmu Falak pada garis besarnya dibagi menjadi dua macam, yaitu ilmu Falak Ilmiy, dan ilmu Falak Amaliy. Ilmu Falak membahas arah kiblat pada dasarnya adalah menghitung besaran sudut yang diapit oleh garis meridian yang melewati suatu tempat yang dihitug arah kiblatnya dengan lingkaran besar yang melewati tempat yang bersangkutan dan ka’bah, serta menghitung jam berapa matahari itu memotong jalur menuju ka’bah. Permasalahan yang muncul tidak semua orang mampu menghitung besar arah yang benar tentang arah kiblat melainkan menggunakan kisaran arah. Hal ini dimungkinkan untuk dibuatkan sebuah program aplikasi penentu arah kiblat maupun yang lainnya agar bisa digunakan untuk khalayak umum dan mudah di aplikasikan.&nbsp; Penelitian&nbsp; ini membantu bagaimana menghitung arah kiblat dan bagaimana membuat serta mengaplikaskan software penentuan arah kiblat menggunakan visual basic. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam menyelesaikan berbagai kasus analisa fisis dalam berbagai aspek yang berkaitan dengan ilmu falak lainnya.</p> 2019-09-02T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.undar.ac.id/index.php/intake/article/view/850 Pelapisan Logam Menggunakan Plasma 2019-10-01T14:55:23+00:00 Wijono Wijono wijono@ub.ac.id Bob Alvin Sidabutar bobalvin1997@gmail.com Waru Djuriatno warudj@hotmail.com <p>Salah satu cara&nbsp; yang dilakukan untuk memperbaiki sifat material adalah dengan teknik deposisi lapisan tipis pada permukaan material. Salah satu metode teknik deposisi lapisan tipis adalah metode DC <em>magnetron sputtering</em>. Metode ini menggunakan plasma untuk menghasilkan lapisan tipis pada permukaan material. Rangkaian <em>flyback </em>digunakan untuk membangkitkan plasma pada penelitian ini. Pada penelitian ini akan diuji pengaruh jarak elektroda dan lama waktu proses <em>sputtering </em>terhadap luas bercak lapisan pada permukaan substrat. Jarak elektroda diubah dari 1 cm, 2 cm, 3 cm, dan 4 cm. Sementara itu, lama waktu proses <em>sputtering </em>bervariasi dari 36 menit, 72 menit, 108 menit, 144 menit, dan 180 menit. Substrat yang akan digunakan pada penelitian ini adalah besi sedangkan bahan pelapis yang digunakan adalah aluminium dan tembaga. Penelitian ini menggunakan bentuk elektroda piring – piring dalam proses pelapisan. Proses <em>sputtering </em>ini menghasilkan bercak pada susbtrat. Bercak pada substrat akan dibandingkan secara kualitatif pada setiap jarak elektroda, lama proses <em>sputtering, </em>dan bahan pelapis yang digunakan. Bercak pada permukaan susbstrat dikelompokkan dalam 6 kelompok “ketebalan” lapisan untuk mendapat data kuantitatif dan dibuat dalam bentuk grafik. Dalam penelitian ini didapatkan bahan pelapis perak adalah bahan pelapis yang membutuhkan waktu paling singkat untuk melapisi substrat besi yaitu 36 menit. Pada waktu 36 menit hasil bercak yang diperoleh bahan pelapis perak termasuk dalam kelompok tertinggi&nbsp; dibandingkan dengan bahan pelapis yang lain. Selain itu, dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa perubahan jarak elektroda mempengaruhi besar tegangan elektroda dan nilai kelompok “ketebalan” bahan pelapis. Semakin jauh jarak elektroda semakin besar juga besar tegangan elektroda dan nilai kelompok “ketebalan” bahan pelapis</p> 2019-09-26T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##