Kehilangan Air Akibat Rembesan Ke Dalam Tanah, Beserta Perhitungan Effisiensinya Pada Saluran Irigasi Sekunder Rejoagung I Dan II

  • Iswinarti Iswinarti Universitas Darul Ulum

Abstract

Dalam pengoperasian jaringan irigasi dari sumber air utama sampai ke lahan pertanian akan mengalami kehilangan air yang salah satunya disebabkan oleh merembesnya air kedalam tanah. Kehilangan air irigasi mengakibatkan jumlah air tidak sesuai dengan kebutuhan tanam, pembagian air yang tidak merata dan jika tidak segera diatasi pada petak sawah terakhir akan mengalami kekurangan air. Karena pemakaian air irigasi yang kurang efisien dan efektif akan menurunkan hasil pertanian. Daerah irigasi Rejoagung I dan Rejoagung II merupakan lahan yang sebagian besar lahan areal sawahnya rnengalarni kekurangan air. Dari keadaan tersebut perlu kiranya dilakukan penelitian penyebab kehilangan air irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar kehilangan air akibat rembesan dan nilai daya guna air. Dari penelitian kehilangan air akibat rembesan di laboratorium didapatkan besar air yang hilang akibat rembesan air kedalam tanah, yaitu : Saluran sekunder Rejoagung I rata-rata : 12,182 % dan Saluran sekunder Rejoagung II rata-rata : 11,645 %. Efisiensi saluran irigasi / daya guna air yaitu jumlah air yang nyata dimanfaatkan oleh tanaman dari jumlah air yang tersedia yaitu : Saluran sekunder Rejoagung I rata-rata : 87,863 % dan Saluran sekunder Rejoagung II rata-rata : 88,354 %. Hasil analisa penelitian saluran Irigasi Rejoagung I dan II menunjukan adanya kehilangan air akibat rembesan air kedalam tanah yang besar. Besar kecilnya nilai kehilangan air akibat rembesan sangat dipengaruhi oleh keadaan tanah dasar dan dinding saluran, curah hujan, keadaan tanggul, pemeliharaan pintu serta bangunan ukur.  Dengan didapatkanya nilai kehilangan air irigasi akibat rembesan dapat dipergunakan sebagai pedoman dalam merencanakan kebutuhan air irigasi secara tepat dan efisien, sehingga akan membantu pelaksanaan eksploitasi irigasi yang merata, dengan pola tata tanam yang teratur maka sistem irigasi dapat dikelola dengan baik.

Author Biography

Iswinarti Iswinarti, Universitas Darul Ulum

Program Studi Teknik Sipil Universitas Darul Ulum, Jombang

References

Direktorat Jenderal Pengairan, 1984, Program Training Proyek Irjat
Direktorat Jenderal Pengairan, Dinas Pekerjaan Umum,1986, Kriteria Perencanaan Saluran KP 05, Dir. Irigasi, , Galang Persada Bandung
Dinas Pekerja Umum Pengairan Daerah,1991, Pegangan Juru Pengairan Tentang O&P
Direktorat Jenderal Pengairan, 1995, Pelatihan Operasi dan Pemeliharaan Proyek Irigasi,
Soemarto, 1987, Hidrologi Teknik, Usaha Nasional Surabaya Indonesia
Suyono S – Kensaku Takeda, 1985, Hidrologi Untuk Pengairan, Pradnya Paramita Jakarta
Imam Subarkah, 1980, Hidrologi Untuk Perencanaan Bangunan Air, Idea Dharma Jakarta
Published
2016-10-26
How to Cite
Iswinarti, I. (2016, October 26). Kehilangan Air Akibat Rembesan Ke Dalam Tanah, Beserta Perhitungan Effisiensinya Pada Saluran Irigasi Sekunder Rejoagung I Dan II. Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik Dan Terapan, 7(2), 25-35. Retrieved from https://ejournal.undar.ac.id/index.php/intake/article/view/374
Section
Articles